Selasa, 11 Agustus 2015

Tiba-tiba Kangen

Tiba2 kangen belajar kitab, serunya belajar kitab apalagi kalo lagi belajar sama pak syarif, Pak Syarif itu hebat banget, beliau itu faham isi kitab sehingga dapat menjelaskan secara mudah terutama untuk orang awam macam saya, meski tidak bisa membaca kitab dengan baik, saya tetap semangat bila beliau sudah memulai pelajaran, hasrat haus akan ilmu saya seakan dapat terisi penuh tiap kali beliau mengajar dan saya akan sedih bila pelajaran berakhir, menjadi murid beliau adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya, walau udah lupa nama kitabnya apa tapi perasaan pas lagi ngartiin kitab diselingi kisah nabi maupun sahabat dan hikmah2 lainnya, dan ada dua hal yang masih saya ingat dawuh beliau, entah ini tepat seperti yang dimaksud atau tidak tapi begini yang saya fahami.

Hati itu bisa mati jika tidak diberi makan, kalau lebih dari 3 hari ngga di beri makan hati bisa mati, makanan hati yaitu ilmu.

Silaturahmi. Silaturahmi bisa memperpanjang umur, makanya kita harus sering2 silaturahmi.

Sedihnya ketika saya mengingat ini, saya tidak cukup baik melaksanakan keduanya. Banyak lagi kenangan belajar kitab, gimana susahnya mengikuti terjemahan yang dilafalkan guru, harus menulis sekecil mungkin agar terjemahan cukup di kolom baris yang space nya sedikit, sehingga tak jarang meski ditulis rapih belum tentu dapat di baca lagi esok harinya. jika tertinggal terjemahan guru tak jarang meminjam kitab teman demi melengkapi.

Bahasa juga jadi kendala, sebagai orang sunda yang belajar di jawa, tentunya bahasa yang digunakan bahasa jawa dan meski sedikit2 mengerti tentu tidak berjalan begitu baik. Tapi tetap seru karna kadang kita dapat perlakuan istimewa misalnya : dapat di perhatikan guru karna banyak tanya atau boleh memperhatikan saja dan menulis terjemahan dibantu teman setelah kelas selesai.

Rabu, 05 Agustus 2015

Masa Kritis

Ada Masa Ketika kita mengetahui makna dari sesuatu saat kita kehilangan, kalimat tersebut seringkali didengar tapi bahkan akan sangat sulit untuk dipahami ketika kita ada di posisi tersebut, seringkali setelah berlalu jauh kita baru akan tersadar lalu tertegun, tak jarang kita akan menyesali juga. Namun tak apa, itu hanya secuil bagian yang harus kita lalui untuk menjadi lebih baik. Bahkan ketika kita menarik diri dari peradaban pun kita akan tetap bisa hidup karna adanya Tuhan sang pencipta.

Tuhan tidak akan pergi kemanapun, tak akan menjauh jika kita mendekat, memaafkan jika kita khilaf, bahkan ketika sikap kita jauh terlalu tuhan akan menegur dengan kasih sayang. Jadi manusia hanya secuil kekuasaan Tuhan, ia memiliki rencana namun kita juga yang menentukkan.

Selamat Menjalani Hidup :)

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...