Jumat, 08 Mei 2015

Aku Bukan Lagi Bagian dari Satu Bagian

Aku bukan lagi bagian dari satu bagian itu, aku kini merosot dalam sudut yang memalukkan bahkan untuk di tengok apalagi jika terlihat. Kini seperti sebuah kisah novel saja layaknya dan sudah tiba dihalaman terakhir namun bahkan kisah belum sampai pada tengah cerita. Aku katanya melarikan diri dari dunia yang pernah memberi secuil kenyamanan dari hati beku lainnya, dan aku bahkan kini terlunta tak berdaya bergelut dengan fikir dan khayal sendiri yang seringkali bertarung dalam pemikiran. Dan hanya sampai disitu saja.

Weekend- Flashback

Hal yang paling kurang  menyenangkan kalau di Pondok dulu yah kalo orang pada dijenguk ortu atau saudaranya dan kita cuma bisa ngeliatin. Terus dalam hati pasti ada sebuah pertentangan yang konyol, misalnya :

a. Enak banget sih dia bisa di tengokin orang tua nya, tapi wajar sih rumahnya deket
b. Kayaknya dia tiap minggu dibawain makanan, emang anak orang kaya sih, jadi beda
c. Wah tiap panen pasti di bawain salak sama rambutannya banyak banget

setelah berfikir lebih lama dan lebih keras lagi pasti ada fikiran ini yang melintas...

a. Kayaknya mama sama papa ga sayang sama aku lagi deh..
b. Apa aku anak tiri ya?
c. Apa aku anak pungut ya?

Tapi walau gitu kita tetap dapat menikmati sedikit kebahagiaan karna pasti mereka banyak makanan dan itu bisa membantu perbaikan gizi dalam seminggu terakhir, hehehe

Beda kalo sekarang giliran di tengokin jauh-jauh dari sukabumi ke kosan yang di tangerang rasanya biasa ajah, kenapa ya?

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...