Minggu, 27 Agustus 2017

Kesimpulan awal

Kesimpulan awal.malam ini.

Menjalin sebuah hubungan itu mudah (lebih mudah) setidaknya dibanding ketika  tengah berada di dalamnya.

Berusaha menyeimbangkan yang ada, saling mengisi, saling melengkapi, saling mendukung dan saling yang lainnya.

Awalnya terasa begitu berat sedikit, namun manis ketika di kenang.

Tapi tidak berhenti di situ.
Jika di sebuah film butuh 1-2 jam untuk bahagia, atau di drama Korea butuh 20-50 jam an lebih untuk bahagia selamanya.

Hello...
Is it me you're looking for?

Ada masa yang lain. Seperti bermain game yang ketika telah mencapai sebuah level akan ada level lain yang lebih menantang, yang lebih sulit.

Adakalanya lebih mudah memainkan game baru dari awal, daripada melanjutkan game yang ada dengan level sulit. Tentunya level itu akan menguras banyak energi kita dan juga waktu yang tidak mungkin dapat terulang dan terganti itu.

Kadang kebersamaan yang mendalangi sebuah hubungan juga menjadi bumerang tersendiri.

Bayangpun!
Ketika tiada lagi kebersamaan, tiada lagi kegiatan bersama yang memungkinkan kita saling apapun itu. Kita akan seolah kehilangan arah dan tuntunan. Kita mulai harus bekerja keras agar dapat menyeimbangi satu sama lain agar masih terasa saling melengkapi.

Kita butuh sebuah alasan untuk bertahan. Bahkan alasan terbodoh pun dapat di gunakan di saat-saat terakhir.

Jadi intinya. Selama kita masih bernafas di dunia ini. Kita mau tak mau harus menjalani game kehidupan ini.

Bisa dengan berjuang terus sampai titik darah penghabisan untuk mencapai level yang lebih tinggi. Dan meski berat, sulit maupun ada sekelebat fikir yang berbisik kita tidak mampu lagi untuk maju atau bertahan. Itu hanya alam bawah sadar kita yang terangsang oleh ketakutan dan alarm diri kita yang membatasi kita agar tetap di zona aman. Percayalah, semua akan indah saat di kenang.

Namun kita juga bisa berhenti sejenak. Menimbang-nimbang resiko dan keuntungan yang akan kita peroleh, namun hati-hati, ia bisa menelan perlahan-lahan mimpi-mimpi kita, yah walau tidak dipungkiri ia juga bisa jadi batu loncatan yang manis.

Atau secara gagah berani. Berhenti sekarang dari semua usaha yang ada. Mulai dari awal. Berjuang dari nol. Namun ingat, waktu, usaha maupun tenaga kita yang dulu Talah tercurah kan akan raib tak berbekas.

Hidup kehidupan!!!

Minggu, 13 Agustus 2017

Terkadang

Membaca novel, puisi atau apapun yang terasa makna mendalam harus.mempersiapkan hati dan jiwa raga agar siap tidak terpengaruh atau terpukul terlalu dalam. Karna ia besar kemungkinan melemahkan hati dan membuat kita meratapi diri atau kisah nyata dalam kehidupan kita sendiri.

Terkadang ia menelusup dan melukai rasa tanpa kita sadari dan tetiba terluka menganga.

Ah...

Perubahan

Segalanya di dunia yang semakin modern ini telah berubah

Hingga bocah-bocah ingusan yang biasanya terlelap usai isya kini lebih asyik berlarian di taman hingga larut malam. Ia hanya bocah. Bermain menjadi sesuatu yang terelakkan.

Namun ia hanya menemani, menemani sang tetua yang mengajaknya membunuh sepi, membunuh kehampaan, membunuh kepenatan yang semu.

Entah ini telah menjadi terbiasa atau gaya baru masa kini. Aku dari masa lalu masih tak habis pikir saja, serasa ada yang tak sesuai.

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...