Senin, 26 November 2018

Tentang kehilangan

Telah berpulang Denok ma'rifah, Senin 26 November 2018

Allah memberikan lagi pembelajaran yang begitu telak.

Terakhir melihat beliau, beliau masih tengah berjuang. Teguh kenyakinan tapi sepenuhnya pasrah. Yang terucap darinya ungkapan maaf kepada tiap insan yang menemuinya.

Aku pun berteguh ia akan mampu melalui nya kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya ia mampu bertahan dan kembali ke ruangan meski dengan muka pucat pasinya.

Aku merasa sesak, menahan tangis. Sedih kehilangan, sedih bahwa tentu juga kita akan kembali kepadanya.

Kenapa ia di ambil saat aku merasa tak ingin ia di ambil?

Ya Allah... Ampuni segala dosanya, semoga ia Khusnul khatimah, di lebarkan kuburan nya, di jauhkan dari siksa kubur.

Ya Allah engkau sebaik-baiknya pencipta, yang mengatur segala dunia seisinya. Jadikan ia penghuni surga yang terdekat dengan-Mu sayangi ia dan para pendahulu kami, sayangi ia karena sayang-Mu Rahmat bagi seluruh alam.

Ya Allah... Jadikan hamba dan muslimin muslimat orang-orang yang tabah, jadikan hamba dan muslimin muslimat menjadi semakin lebih baik sebelum Engkau panggil.

Karena manusia dan dunia seisinya hanya kefanaan. Segalanya akan kembali pada sang pencipta.

Beberapa hari lalu menemukan catatan Seno Gumira Ajidarma, dan jika ada kata2 terakhir, mungkin itu cukup mengungkapkannya.

Selamat jalan Bu Denok, kita sayang ibu, tapi Allah bener2 sayang banget  sama ibu.

Rabu, 07 November 2018

Seseorang

Aku tau seseorang yang suka membasahi rambutnya ketika ia mandi, padahal ia sedang tidak keramas, bahkan rambutnya tidak ia gerai, masih ia kenakan ikat rambut.

Aku kira ia hanya pemalas, sampai tadi pagi semua pandanganku berubah. Tiba2 saja, demi mendengar sebuah lagu dan mengingat beberapa masalahku. Aku, dengan sengaja melakukan hal yg sama seperti yang ia lakukan. Hanya refleks tentu.

Aku tertegun.
Ah... Ini ternyata yang ia rasakan. Terlalu banyak tekanan dalam hidupnya. Orang lain berkata itu stress. Banyak hal yang terjadi tanpa kita tau yang sebenarnya terjadi disebaliknya.

Kamis, 18 Oktober 2018

Tak tertahankan

Rindu ini semakin menggebu
Dan kau semakin membisu
Aku terpaku
Terdiam tak menentu

Ingin ku basuh rindu
Menyakitkan hingga ke ulu
Tak bisakah kau juga merindu
Tak bisakah kau bertemu denganku

Kamis, 20 September 2018

PERJALANAN PANJANG YANG PENDEK

20 September 2018
SELAMAT BERUSIA 25 TAHUN VERA NURHASNA ZAIN
SELAMAT SEPEREMPAT ABAD

“Anak kecil jangan mau tau urusan orang dewasa”
Pernyataan tersebut seringkali membuat saya tersinggung.
Di usia saya yang 25 tahun baru kesadaran tentang dunia orang dewasa mulai merayap, mulai saya pahami hal-hal yang sulit di jelaskan kepada seseorang yang belum mengalami.
Kala kesadaran saya di usia 17 tahun. Keadaan lambat laun beranjak. Saya memiliki banyak adik kelas. Saya lulus SMA. Saya mulai berkuliah.
Dunia baru yang tanpa disadari menjadi ladang untuk mencari jati diri dan membentuk sedikit lebih dari diri saya yang kini berusia 25 tahun.
Pencapaian apa yang sudah saya dapatkan di usia 25 tahun ini?
Tentu tidak banyak
Saya menyelesaikan jenjang S1 saat teman saya hampir rampung S2
Saya bekerja saat teman saya menikah mungkin karena saat saya ingin menikah mereka sudah bekerja
Saya merasa terlambat menginjak dunia baru
Apa dampaknya?
Pencapaian saya dan partner saya. Semuanya berubah seketika menjadi terlampau jauh.
Rekan saya bisa berbeda selisih 3 sampai 4 tahun
Saya merasa seharusnya tidak demikian untuk tingkat jabatan yang sama saya berharap mereka seumuran atau selisih 1 sampai 2 tahun.
Saya resah.
Kita seharusnya tidak pernah tua
Kita akan merasa masih SD jika bertemu kembali dengan teman SD kita
Kita akan merasa masih SMP jika bertemu kembali dengan teman SMP kita
Kita akan merasa masih SMA jika bertemu kembali dengan teman SMA kita
Kita akan merasa masih Mahasiswa jika bertemu kembali dengan teman Kuliah kita
Meskipun kita temui di ruang pertemuan, di cafe coffe, di arisan, di daycare dan dimanapun itu tempatnya didunia ini.

Masalah yang tadinya berat menjadi ringan dan ringan menjadi berat
Misalkan

Pertemanan. Menjadi hal rumit saat usia saya masih belasan. Menjadi begitu penting memiliki teman dekat bukan untuk kebutuhan pribadi tapi sebagai ajang kebutuhan sosial.
Pertengkaran. Saat usia 25 tahun, pertengkarang anak usia belasan terlihat sangat sepele dan kita seolah tau yang terbaik dan yang seharusnya dilakukan. Namun tentu tidak demikian
Uang. Saat usia belasan kita sepenuhnya mengandalkan orang tua dan orang yang lebih tua untuk memenuhi kebutuhan kita. Saat usia 25 tahun. Bahkan jika kita tidak memiliki uang kita tak akan sampai hati membuat orang lain tahu.

Tuntutan menjadi dewasa
Saat usia 25 tahun. Semua persoalan yang ada dan tingkah laku adat istiadat harus dilakukan dengan sikap yang dewasa. Mengapa? Karena itu sudah tuntutan masyarakat.
Kita tidak akan bebas menonton doraemon jika anak kecil disekitar kita memilih tobot atau little poni. Kita menjadi sok anak kecil dan tidak mengalah. Kita akan dihakimi dan diberi label itu.

Selera
Tak dapat dipungkiri selera kita akan berubah meskipun jaman juga memang selalu mengalami perubahan.
Misalnya
Boyband korea yang muncul pada 5 atau 6 tahun lebih menarik bagi saya daripada boyband yang baru muncul 1 tahun belakangan ini atau 2 tahun belakangan. Mengapa?
Mungkin karena saat itu saya juga masih muda, masih berhasrat pada hal yang demikian itu, masih begitu merasakan apa itu yang namanya kesenangan menggilai boyband korea. Saat usia 25 tahun saya hanya kembali ke masalalu, masa saat saya menjadi penggila boyband 5 atau 6 tahun lalu.

Kesadaran
Saat usia 25 tahun saya semakin menyadari bahwa kehidupan ini akan berakhir. Benar-benar akan berakhir. Saat saya mulai banyak memiliki teman yang sudah menikah, teman yang sudah memiliki anak, teman yang sakit parah, dan teman yang meninggal.
Bukan dalam pemahaman memang didunia hanya sementara. Tapi dengan pemahaman bahwa dunia ini akan berakhir seperti ketika kita bercermin. Tepat didepan mata.
Apa saat umur belasan kita tidak mengetahui itu? Tentu tau. Hanya saja saat itu dengan kesadaran melihat dari pantai sebuah gunung. Terasa jauh.
Pasangan
Pernah dengar ungkapan wanita memilih pria tergantung usia? Tahapan pertama yang tampan yang cerdas dan terakhir yang mapan kalau tidak salah. Sedangkan pria hanya menginginkan wanita cantik dan muda.
Agaknya tidak salah. Hanya saja. Di usia 25 tahun ini saya juga baru menyadari. Entah dengan yang lain. Tentang hubungan itu memang harus saling percaya. Percaya dan mempercayai. Memang seperti memegang lapisan es tipis yang setiap saat bisa pecah dan berantakan jika penempatan yang tidak baik. Namun ternyata saat ini, itu sangat berguna. Untuk yang mengalami hubungan LDR seperti saya itu sangat berarti.
Saya, seumur hidup, selama 25 tahun terakhir ini, hanya menjalin hubungan dengan 1 orang. Meskipun saya tidak menampik pernah memiliki perasaan berbeda kepada beberapa lelaki yang pernah saya temui selama perjalanan 25 tahun ini. Namun itu hanya sebatas angan atau saya sendiri yang sengaja menarik diri agar tidak terlibat.
Kenapa ini menjadi kebangaan?
Karena saya melihat yang lain bisa dengan bebas berganti dan itu menjadi hal yang biasa
Kemudian terbit pula hal ini di benak saya.
Kriteria pasangan. Mengapa? Bukannya kalau jodoh nanti juga bakal ketemu sendiri?
Sebenarnya saya tidak bermaksud meminta seseorang mencari pasangan sesuai dengan apa yang dia inginkan. Hanya saja jika pasangan memiliki salah satu kriteria yang kita inginkan itu sangat membantu kita dalam menjalin hubungan. Kita bisa antusias ingin mengetahui pasangan kita lebih jauh, seberapa banyak persamaan yang kita miliki atau seberapa banyak perbedaan yang kita miliki

Dunia ini SANGAT luas
Jangan pernah terjebak dengan intrik dunia
Ketika di tengah hutan kita merasa kota lebih baik
Ketika di daerah kita merasa kota lebih baik
Ketika dikota kita merasa kota lain lebih baik
Ketika kita di kota lain kita merasa negara lain lebih baik
Ketika dinegara lain kita merasa planet lain lebih baik
Dan pada akhirnya kita akan mendapati kita merindukan dengan sangat di tengah hutan

Bagi saya di usia 25 tahun ini. Hasrat saya ingin rasanya berkeliling dunia, berkeliling kota. Namun yang ebih saya inginkan adalah mengenang semua tempat yang menyimpan kenangan saya, sepaht apapun kenangan atau semanis apapun kenangan ia menghadirkan rasa yang sama. Kerinduan.

Kamis, 13 September 2018

Saat hal baru datang

Dalam kehidupan

Setiap orang bebas datang dan pergi

Ada masanya ia akan berhenti

Berbagi lebih banyak waktu kepada seseorang tertentu dan  menjadi lebih dekat

Namun,
Kadang itu hanya pemberhentian yang akhirnya berakhir, seiring langkah yang kian tak sejalan

Namun pula,
Adakalanya pemberhentian itu menjadi lebih panjang dan bersifat mengikat hingga akhir hayat

Didalamnya akan ada pertarungan batin, kebahagiaan tak berujung juga kebalikannya.

Sama seperti umumnya menjalani kehidupan, hanya dijalankan dengan 2 otak yang berbeda.

Dititik itu aku berharap kita akan berada

Makanya berapa banyakpun manusia yang datang dan pergi dalam kehidupanku yang sekarang aku masih tetap bertahan. Mencoba tak goyah.

Meski banyak hal baru yang terbersit, meski oppa Korea tampan bertebaran. Aku tetap bertahan.

Kenapa?

Entahlah

Tak ada kepastian di dunia ini

Hanya saja, menjalani sesuatu secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sekadar sesuatu yang instan.

Dan positif thinking itu sangat penting guys !!!

🙋

Rabu, 29 Agustus 2018

Tentang rasa sakit

Seorang atasan di kantor kakinya berwarna biru, 2 jari tepatnya, ibu jari dan tetangganya. Akibat nikotin katanya, dia perokok aktif sebelum sakit, bahkan ia pernah mengalami struk dan cuti panjang sebelumnya.

Sesaat yang lalu ia terlihat memegangi kakinya yang masih di balut perban. Ia terlihat meringis. Ia tak lagi sering berjalan jika tidak benar-benar dibutuhkan.

Ia berkata meski kelihatannya kecil dan sepele tapi itu benar-benar terasa sakit. Ia berkata sambil terlihat menahan sakit dan memijit kakinya.

Tentang rasa sakit

Entah apa yang benar-benar terasa sakit
Apa benar ada sakit yang sedikit
Apa rasa sakit terdapat tingkatan tersendiri?
Tapi bagaimanapun ia tetap rasa sakit
Bahkan beberapa rasa sakit mampu membuat trauma

Jangan pernah menyepelekan rasa sakit seseorang
Karena rasa sakit yang terlihat dan yang terasa akan memiliki dampak berbeda

Rasa sakit yang terasa sungguh akan menyiksa dan membuat sesak hingga tumpah ruah nya air mata

Rasa sakit yang terlihat hanya menimbulkan simpati, bahkan boleh jadi membuat semoga rasa sakit yang sama tidak menimpa diri kita

Rasa sakit juga mungkin berharga untuk mengingat ketika hidup sedang berjalan sempurna dan bersyukur kemudian.

Mari tidak saling menyakiti dan menyalahkan rasa sakit. Mungkin sesuatu akan menjadi pelajaran tersendiri setelah semuanya berlalu.

Mendefinisikan rasa sakit hanya akan mengulang kata yang ada, atau mungkin definisi rasa sakit terlalu banyak bergantung pada persepektif tiap orang.

Semoga rasa sakit tidak menjadi penghambat untuk mencerna makna di baliknya.

Semoga rasa sakit tidak terlalu bertahan lama pada setiap insan.

Selasa, 14 Agustus 2018

Menjadi Dewasa

Menjadi dewasa terkadang benar-benar menyebalkan

mengerikan

penuh intrik

dengan mudah berbohong

dengan mudah membenci

dengan mudah penuh topeng

dengan mudah merasa paling benar

dengan mudah berkilah

menghidar


Hal yang paling mengerikan kemudian, ketika kita menyadari kita adalah bagian darinya

dari semua kepalsuan dan kebenaran yang ada

dari hitam putih

dari abu-abu yang ada


Ketika prasangka merajarela

ketika senyum hanya basa-basi

ketika kebaikan disalahgunakan untuk sebuah tujuan

rasanya sangat sulit membandingkan ketulusan dan makna keinginan


Mungkin istilah dunia memang kejam ditemukan setelah penemu merasakan hal yang sama

hal yang membuat dunia penuh kebaikan dan ketidakbaikan menjadi satu

ketika kebaikan dilakukan dengan cara yang tidak baik

ketika ketidakbaikan dilakukan dengan cara yang bertujuan kahir baik


Bukankah Tuhan bisa membedakannya?

Manusia sepertinya ke geer-an

atau dengan penuh kesadaran mengabaikan?


Rabu, 11 Juli 2018

Cara membenci

Kalau ada yang bingung gimana caranya membenci seseorang

Here we go

Pertama

fikirkan kesalahan orang itu berulang kali

Kedua

Buat sketsa dalam benak kita tentang respon yang berbeda-beda ketika orang tersebut membuat kesalahan kepada kita

Ketiga

Stimulasi otak bahwa apa yang di lakukan orang itu salah dengan alasan apapun

Studi kasus:
A dan B merupakan rekan se-kantor, A memiliki porsi kerja yang lebih besar dari B. Secara sosial dan umum di masyarakat A dan B berteman karena meraka rekan sekantor. Meski porsi kerja A lebih banyak dari B. B Bekerja lebih lama dibandingkan A. B usianya lebih tua sehingga mampu membuat A nyaman, bahkan beberapa kali A mengunjungi rumah B.

A merasa kedekatan meraka lebih dari kedekatannya dengan rekan yang lain. Seringkali B mengajak A makan bersama dengan  rekan lain karena A masih sedikit merasa canggung. A pun menilai pekerjaan yang dilakukan B sangat profesional dan rapih.

Pada suatu hari, A mendapat tugas untuk membuat acara makan bersama rekan-rekannya termasuk B. Acara tersebut di jadwalkan pukul 12 pm, namun karena bos belum datang maka acara di undur, sampai pukul 17 pm, sang bos tak kunjung tiba. B dan rekan-rekannya sudah mulai habis kesabaran, mulai dari berbisik-bisik hingga terang-terangan mengukapkan kekesalan dan kemarahan mereka. A sebagai karyawan yang mendapat tugas menyiapkan makan bersama terkena imbasnya.

Tak lama setelahnya sang bos baru memberi kabar bahwa 30 menit lagi ia baru akan sampai. A segera meminta pelayan menghangatkan kembali makanan yang sudah tersedia, A sibuk memberikan piring-piring makanan tersebut kepada pelayan dan meminta rekan yang lainnya turut membantu.

Namun tanpa diduga B menggebrak meja dan berkata "Jangan!Ga usah dibantuin".
A tertegun dan rekan yang membantunya sontak terhenti, namun rekannya berkata kembali "udah biar cepet".

_________________________________________

Dari studi kasus di atas

Jadi, cara membenci seseorang:

A hanya perlu membayangkan berulang-ulang kejadian saat B menggebrak meja (
Pertama----fikirkan kesalahan orang itu berulang kali)

Dalam cerita di atas A hanya tertegun, namun agar dapat membenci seseorang A harus membayangkan adegan yang berbeda-beda, misalnya
- A turut menggebrak meja dan berkata " heh... Emang cuma elo yang kesel"

- A berkata " yaudah ga usah, gw bisa sendiri"

Dan lain sebagainya. (Kedua----Buat sketsa dalam benak kita tentang respon yang berbeda-beda ketika orang tersebut membuat kesalahan kepada kita)

A flashback kenangan bersama B dan meyakinkan diri dengan hubungan mereka yang sudah cukup akrab A merasa seharusnya B tidak bersikap demikian, dengan kondisi yang sama-sama menunggu dan marah serta kesal seharusnya B tidak melakukan hal tersebut. (Ketiga----Stimulasi otak bahwa apa yang di lakukan orang itu salah dengan alasan apapun

Selamat mencoba.

Disclaimer:
1. Mencobanya menyebabkan habis waktu dengan percuma
2. Hati menjadi tidak tenang karena akan timbul rasa benci yang berlebih-lebihan
3. Berkurangnya rasa ingin makan
4. Menyebabkan rasa curiga yang berlebih-lebihan
5. Tidak percaya dengan hubungan pertemanan yang sedang dijalin dengan orang lain.
6. Jangan lupa istighfar
7. Obat paling akurat langsung shalat dan baca Alquran agar ketidak-tenangan menjadi reda

Minggu, 08 Juli 2018

Beri aku

Saat kau begitu lelahnya akan dunia

Beri aku keluh kesahmu
Beri aku penatmu
Beri aku sedihmu
Beri aku amarahmu
Beri aku resahmu
Beri aku galaumu
Beri aku takutmu
Beri aku bencimu
Beri aku malumu
Beri aku cemasmu
Beri aku bingungmu
Beri aku sakitmu
Beri aku rasa bersalahmu
Beri aku bosanmu
Beri aku stresmu
Beri aku frustasimu







....................... Beri aku senyummu

Minggu, 17 Juni 2018

Are u really alone? Really?

Me?

I think so (sometimes)

Well...
First, happy birthday to my self
Thanks to Allah
My mom
My dad
My brother and sister

Actually, i get birthday party 2 days ago. Why? Cz my sister so busy with new their family.

Today, the day very special for me, no one remember until in the morning when sunrise coming my boyfriend say teks me on WhatsApp and try to call me but my phone die. Then my dad remember and say happy birthday to me, my mom and my brother too. Also Twitter, Mobrog and kaskus.

Friends? Nothing. No One.

Then i get idea to listen this 🎶🎶🎶🎶
"Lonely.... I'm Mr lonely... I have nobody... To call my own..."

Feel deep then i know, it Was really my feeling now.

My wish in 25 th, i hope when i die, there are many people know, and pray for me. I need that compared to birthday greetings right now.

Nothing special in my silver anniversary. Very sad. Really sad. Hope next year Will be better for me. The world more kind for me.

But i really thank to Allah, i have Allah to survive.  Keep me thinking straight. And now I just have to try to find Allah before I die. other things are not important.

Ganbatte !!!
🏋🏋🏋🏋💪💪💪

Selasa, 12 Juni 2018

Mencintai Jiwa

Pernah LDR ?

Ketika LDR, coba baca bukunya rahvayana karya Sudjiwo Tedjo, kenapa?

Karena ada kisah Rahwana yang mencinta Sinta bahkan ketika Sinta tidak bernama Sinta, reinkarnasi nya pun Rahwana tetap mencinta.

Bagi saya LDR pun demikian, meski banyaknya cara berkomunikasi yang digaungkan teknologi jaman sekarang, bagi saya kerinduan tak akan mampu dientaskan hanya dengan teknologi yang canggih. Kerinduan berakhir ketika mata saling memandang raga satu sama lain. Disitulah akhir kata rindu.

LDR bagi saya mencintai jiwa yang entah bagaimana selalu ada disisi, dengan caranya sendiri. LDR adalah bukti adanya ikatan tak kasat mata. Tak perlu lah pertemuan 24 jam nonstop jika jiwa-jiwa telah di ikat satu sama lain. Karena keberadaan jiwa terasa lebih dalam manakala kita kembali mengenang ingatan2 lampau, atau merajut angan2 yang akan datang.

Bersyukur kunci utama. Betapa kita bersyukur memiliki kecintaan itu, rasa yang Tuhan anugrah kan kepada setiap insan yang mengerti. Rasa yang sanggup mengenyangkan lapar dahaga akan dunia yang fana. Rasa yang dapat memacu adrenalin laiknya bermain rollercoaster.

LDR itu sebegitu indahnya. Namun perlu diingat, keindahan memiliki wajah lainnya, teman sejawatnya, apa itu? Bagi saya penyiksaan dan kehampaan. Saat mengagungkan kecintaan kadang tetiba terbersit rasa penyiksaan karena tak mampu bertemu raga, kehampaan karena ia tiada dua.

Sungguh kadang menyiksa meski membuat bahagia. Begitulah mencinta, seperti harus menelan madu dan racun sekaligus, pahit dan manis terasa bersamaan.

Begitulah mencintai jiwa. Perlu pengorbanan ekstra karena kenikmatan ekstra pula. Maka seperti Rahwana yang aku tau selalu mencinta Sinta. Aku ingin pula mencinta demikian, cinta yang terus bertumbuh bukan antar raga -raga yang tak kekal itu- namun antar jiwa. Mencintai jiwa yang mengenyahkan konsep ruang dan waktu.

Minggu, 22 April 2018

Sinta - ku

Dia Sinta - ku.
Meski aku tak memilikinya seutuhnya
Bukankah jiwa raga kita hanya milik tuhan?

Dia Sinta - ku.
Paras ayunya membuat aku terbuai
Tak henti tatapanku memandang wajahnya
Kulitnya halus dan putih bersih

Dia Sinta - ku.
Yang begitu memikat
Mendekat dan mendekapnya impian pengecut ku
Ia bak bunga Bermadu, sungguh mengundang banyak yang datang

Dia Sinta - ku.
Yang begitu sering ku cemburui
yang dengan mudah meluluhlantakkan khayal ku
Matanya penuh cerita menerawang sesekali berkelana entah kemana

Dia Sinta - ku.
Tak pernah segan menggugat
Tak pernah luput bersenyum
Tak pernah sepi memberi

Dia Sinta - ku.
Yang suaranya mampu menerbitkan kehangatan
Yang genggamannya membuat bulu kudukku berdiri

Dia Sinta - ku.
Bibirnya ranum
Ia sesekali menyandarkan kepalanya dibahuku
aku ingin merengkuh tubuhnya
Namun tak kuasa karena aku pengecut

Dia Sinta - ku.
Cerdas
Memandang dengan segala sudut pandang
Ketika berucap ia tak pernah ragu

Dia Sinta - ku.
Air matanya membuat aku mendidih
Hasratku menghabisi semua yang membuat air matanya terjatuh

Sinta...
Aku ingin menemanimu selalu
Aku ingin menjagamu
Aku ingin bersamamu

Sinta...
Maafkan aku yang tak sanggup mengindahkan dunia untukmu
Maafkan aku yang tak membuat banyak kebahagiaan untukmu
Maafkan aku yang tak begitu bisa mendekapmu atau menyeka air matamu

Sinta...
Aku menyayangimu
Aku mencintaimu
Aku menitipkan mu pada - Nya

Sinta...
Didunia ini kita akan berpisah
Namun aku menantimu dikeabadian

Sabtu, 21 April 2018

Aku yang putus cinta

Aku termenung menyendiri di dalam kamar, diatas kasur, air mata telah lama kering dan enggan kembali. Sahabat ku menghampiri tanpa berkata, aku menatapnya bercerita, sekian kali pacaran dan berpisah seolah mengulang kaset rusak, meski diperbaiki ia toh akan rusak juga, aku lelah.

Ia memberikan bahunya padaku, betapa ia tau aku butuh sandaran untuk bertahan dari semua ini. Setelah bersumpah-serapah pada dunia aku kembali termenung.

Aku memandang lagi sahabatku, ia memiliki kulit putih dan ia juga cerdas, ia juga orang Jawa, benar-benar tipe ideal yang aku maui. Tanpa berpikir lebih jauh aku memeluknya, meski kita bersahabat bukankah wajar akhirnya berpacaran?

Daripada bertemu dengan orang yang akan memberikan kebahagian lalu kesedihan dalam waktu yang bersamaan, bukankah lebih baik bersama orang yang jelas2 selalu ada buat kita, menerima segala keadaan kita.

Aku bahkan membayangkan apabila kita menikah nanti, tentu tak banyak perubahan yang akan terjadi dalam sebuah hubungan yang sudah saling mengerti apa yang di maui satu sama lain. Sempurna sudah dalam benakku.

"Woi ! Udah apa jangan ngelamun Mulu, putus kan lu udh sering, ga usah lebay gtu deh"
"Tapi gw masih sayang sama dia"
"Itu cuma kebiasaan lu aja, makanya nanti ganti kebiasaan yang lain, gampang kan?"
"Gw pacaran sama lu aja boleh ga? Lu kan sahabat gw, lu selalu ada buat gw, lu ga pernah nyakitin gw"
"Etdaah... Sadar buuu... Kita kan sama2 cewek, gw bukan lesbi yaaa.... Tobat oiii !!!"

Kamis, 29 Maret 2018

Jalan pulang

Jalan pulang ini terasa panjang
Kadang terlena dan seringkali terlupa
Ingar bingar dalam perjalanan ini sungguh tak Terperi
Kebersamaan yang ada akhirnya akan tiada
Kesendirian dalam perjalanan pulang ini tak terelakkan

Semoga meski kadang tersesat dapat kembali ke rumah yang indah
Rumah yang dijanjikan tanpa Terperi
Rumah yang dijanjikan penuh keindahan
Rumah yang penuh cinta
Rumah yang seperti pertama kali kita pergi berkelana

Rabu, 21 Maret 2018

Percintaan jalanan

Tak perlu memakai pemoles wajah
Tak perlu berpakaian indah
Tak perlu berusaha jadi cantik
Tak perlu beramah tamah

Hanya dengan rambut yang di gelung dengan jepitan yang di jepit asal
Hanya dengan kaus tanpa kerah
Hanya dengan celana tiga perempat yang kebesaran

Dunia cukup jadi sekadar tempat bersenang-senang
Orang-orang cukup menjadi pepohonan yang bersuara sesekali di terpa angin
Lalu lalang kendaraan cukup jadi pemanis musik romantis jalanan

Bersama kekasih memadu kasih menyeruput es kopi dan manisan mangga
Cukuplah jalanan menjadi tempat menumpahkan kasih sayang...





#pandangan#102#senayan

Senin, 29 Januari 2018

Malam, Cuaca dan Dilan 1990

Malam. Jam menunjukkan waktu yang berjalan semakin dekat kehari berikutnya.

Cuaca. Akhir2 ini menunjukkan gejala musim hujan. Hujan banyak datang sebentar-sebentar kemudian berhenti. Sebentar deras, sebentar rintik dan sebentar berhenti.

Dilan 1990. Novel yg jadi film, tadi banyak gelak tawa, anak kecil-ibuibu-remaja dan dewasa begitu bahagia tampaknya. Entah berapa penonton yang tengah membaca novelnya, karna beberapa masih terdengar (sangat berisik) menebak-nebak.

Percaya pada saya. Mereka kebanyakan tidak tau bahwa akhirnya dilan dan milea tidak sebahagia angan mereka pada akhirnya. Itulah yang membuat saya berhenti membaca novel lanjutannya sebelum saya terlanjur mengenang ketidakbahagiaan itu.

Jadi karna pemeran Dilan adalah artis yang cukup banyak menyedot perhatian khalayak ramai kemudian akhirnya film ini membuming. Banyak novel yang dijadikan film namun tidak mendapatkan sambutan sehangat ini. Karenanya saya berfikir demikian.

Bukan saya menilai negatif. Saya cukup menikmati tiap lakon yang ada. Manis sungguh ceritanya. Kemasan dialog pemain pun demikian. Hanya ada beberapa bagian yang terasa sekali palsu.

Secara keseluruhan saya menyadari malam ini. Kita harus bangun dari mimpi, dari angan-angan yang berjibaku dengan malam-malam sunyi. Menyimpan sejuta mimpi dan pengharapan semu.

Kita harus bergerak untuk hidup dan melanjutkan hidup.

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...