Minggu, 22 April 2018

Sinta - ku

Dia Sinta - ku.
Meski aku tak memilikinya seutuhnya
Bukankah jiwa raga kita hanya milik tuhan?

Dia Sinta - ku.
Paras ayunya membuat aku terbuai
Tak henti tatapanku memandang wajahnya
Kulitnya halus dan putih bersih

Dia Sinta - ku.
Yang begitu memikat
Mendekat dan mendekapnya impian pengecut ku
Ia bak bunga Bermadu, sungguh mengundang banyak yang datang

Dia Sinta - ku.
Yang begitu sering ku cemburui
yang dengan mudah meluluhlantakkan khayal ku
Matanya penuh cerita menerawang sesekali berkelana entah kemana

Dia Sinta - ku.
Tak pernah segan menggugat
Tak pernah luput bersenyum
Tak pernah sepi memberi

Dia Sinta - ku.
Yang suaranya mampu menerbitkan kehangatan
Yang genggamannya membuat bulu kudukku berdiri

Dia Sinta - ku.
Bibirnya ranum
Ia sesekali menyandarkan kepalanya dibahuku
aku ingin merengkuh tubuhnya
Namun tak kuasa karena aku pengecut

Dia Sinta - ku.
Cerdas
Memandang dengan segala sudut pandang
Ketika berucap ia tak pernah ragu

Dia Sinta - ku.
Air matanya membuat aku mendidih
Hasratku menghabisi semua yang membuat air matanya terjatuh

Sinta...
Aku ingin menemanimu selalu
Aku ingin menjagamu
Aku ingin bersamamu

Sinta...
Maafkan aku yang tak sanggup mengindahkan dunia untukmu
Maafkan aku yang tak membuat banyak kebahagiaan untukmu
Maafkan aku yang tak begitu bisa mendekapmu atau menyeka air matamu

Sinta...
Aku menyayangimu
Aku mencintaimu
Aku menitipkan mu pada - Nya

Sinta...
Didunia ini kita akan berpisah
Namun aku menantimu dikeabadian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...