sedikit lagi tentang hidup
kita tidak bisa menjadi pribadi yang sempurna tapi selalu diminta berusaha untuk menjadi lebih baik
sebenaranya ini lebih ke sesi curhat yang saya rasakan saat ini.
1. ada orang yang sangat baik kepada saya, bersikap baik dan sering memberikan sesuatu kepada saya. sampai pada suatu saat ada kata2 orang lain bahwa laki2 yang memberikan sesuatu kepada seorang perempuan biasanya ada maksud tertentu, karenanya saya mencoba menghindar dan menolak secara halus segala pemberiannya, atau terkadang saya memberikannya kepada orang lain tanpa saya memanfaatkannya untuk diri saya sendiri. ketika chat pribadi pun saya berusaha se-profesional mungkin dalam menjawab setiap chat, tanpa mengesankan bahwa saya mengakkrabkan diri. saya sengaja menciptakan jarak bahkan dalam panggilan sehari-hari. Bagian dunia kerja yang tidak menyenangkan teman. akhirnya sekarang semenjak saya mencoba menciptakan jarak demi jarak, perlahan menjauh bahkan menyapa pun tidak. apakah saya terlalu kegeeran? saya kira lebih baik saya mencegah dari awal dari pada menjadikan sesuatu jadi besar sehingga saya tidak mampu mengatasinya. saya cenderung menahan diri di zona aman.
2. saya rasa setelah bertemu dengan macam2 orang akhirnya saya sadar, semua orang memiliki hal yang baik dan tidak baik dalam dirinya, sehingga saya tidak lagi langsung percaya apa yang dikatakan orang lain terhadap seseorang. saya sekarang lebih berusaha objektif untuk menilai seseorang, meskipun pada kenyataannya, akhirnya saya tidak dapat berlaku objektif tapi lebih ke subyektif sesuai kenyamannan yang saya inginkan.
sebut saja A dan B memiliki perselisihan. saya cenderung menyukai keduanya, secara pengamatan saya keduanya memiliki karakter masing-masing dan ego masing2, keduanya merasa saling benar dan tanpa terasa saling menyakkiti, jika di tanya siapa yang salah saya pun merasa keduanya salah. karena saya lebih condong ke B, A menghindari saya, tidak bertegur saat melihat saya dan saya mereasa ia berbeda sekali sikapnya dari biasanya, saya menyukai orang jawa, dan keduanya sedikikit banyak berkaitan dengan jawa, dan karenanya saya menyukai keduanya, saya juga tidak menyukai keduanya apabila mereka terlalu banyak berasumsi dengan keyakinan yang mereka percaya sehingga mencoba mempengaruhi saya, saya tidak nyaman dan sebisa mungkin menghindari perbicaraan seperti itu, atau jika saya tidak bisa menghindar say akan cenderung mengiyakan begitu saja tajnnpa dicerna. meski sebenarnya dalam hati saya meragukannya. beban bagi saya saat saya merasa seseorang tidak menykai saya, seolah seluruh perbuatan dan perkataan saya dapat menjadi belati dan melukai setiap orang. oh, dan satu lagi , saya tidak dapat memposisikan diri jika saya berada diantara A dan B. karena keduanya akan saling menghindar ketika bertemu. make me feel bad.
3. tadi saya sedang bercanda dengan seorang teman dan dia menjadi tersinggung karenanya, tentu saya merasa saya salah, namun saya kira bercanda dengan teman saya itu biasanya memang diluar kebisaan dan seringkali saling kurang ajar. dan ternyata hari ini mendung, mungkin dia jua sedang mendung, dan hatinya juga mendung. begitu bukan memang adanya manusia, suasana hati bisa begitu mempengaruhi emosi, dan saat itu terjadi bahkan hal lain terasa sangat subyektif. apasih ini? intinya dia tersinggung atas perbuatan saya, dan maaf saya kira tidak akan menjadi pelipur lara yang luka, saya kira yang dapat menjadi penyembuh hati adalah sesuatu yang dia sukai atau yang dia kehendaki untuk menyamankan hatinya, jadi saya memutuskan untuk menunggu reda tersinggungnya.
4. i have a lot of prblem. sometimes i hate my self.
karena saya percaya masalah yang bisa mendewasakan kita itu kebanyakan datang dari diri kita sendiri. saat ini saya memiliki banyak orang yang tidak menyukai saya karena sebenarnya jujur saya juga tidak menyukai mereka. jadi wajar bukan?
oia, saya bukan pekerja yang baik, saya dapat mengerjakan sesuatu sambil melakukan hal lainnya bahkan saya membuak tab 3-4 kadang untuk memenuhi ke inginan saya, namun sejauh ini saya merasa saya dapat menyelesaikan deadline saya dengan baik tanpa mengganggu aktifitas yang lain.
saya menikmati saat-saat menjadi intovert karena kamu hanya akan merasa sendirian tapi tidak merasa banyak hal mendengung di telinga mu.
5. tadi seorang teman memutar lagu seventeen versi regge, teman yang lain protes karena membuat lagunya tidak sedih lagi. lalu saya berkata, kenapa harus sedih? tentu dia tak suka dan bilang, kamu ga ngerasain sih. dalam hal ini saya ingin mempertanyakan kenapa dia sedih, sedang dia pun saya rasa akan melupannya jika masa semakin berlalu. saya pernah menangi sesegukan dan tak kuasa berhenti saat teman satu ruangan saya meninggal dunia, saya tak mengerti mengapa saya begitu sedih dan menguras begitu banyak air mata, saya sadar bahwa manusia akan meninggal pada akhirnya sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. coba berfikir out of the box. misalnya seorang istri yang menangis ketika suaminya pergi, apakah istri sedih karena suaminya pergi terlebih dahulu sehingga ia tidak lagi memiliki suami,? apa dia menangis karena khawatir masa depan anak-anakny? saya hanya ingin memberi gambaran bahwa kadang kita tak mengerti diri kita sendiri sehingga seolah terluka karena orang lain dan menyalahkan orang lain atau sesuatu yang lain dari diri kita, tanpa kita sadari sesengguhnya kita memikirkan diri kita sendiri, kenyamanan diri kita sendiri, meskipun adanya habluminnas punkita tidak dapat memungkiri, rasa empati kita terhadap orang yang terkena bencana bisa jadi dalam hati kita kita berujar, untung bukan kita, seolah merasa beruntung karena itu terjadi pada orang lain, bukan kita atau keluarga kita. apakah dapat dipahami?
saya hanya berujar, sesuai dengan kenyamanan hati saya.
6. Menyenangkan dan tidak menyenangkan hidup ini.
saat usia saya beranjak 25 tahun, tahun kemarin tepatnya, dan tahun ini akan berganti menjadi 26 tahun, saya merasa saya tidak melakukan banyak hal seperti yang dilakukan orang kebanyakan, saya tidak banyak beranjak dari lingkungan nyamn saya, saat saya memutuskan beranjak, kemudian seolah semuanya tidak mendukung dan saya gagal, bukannya berusaha lebih keras saya lebih memilih berhenti, cita-cita saya dulu ketika belum bekerja sangat sederhana, saya ingin bekerja di tempat yang kursi duduknya bisa berputar, sehingga saya dapat bebas memutarnya. sampai saya menyadari ada banayk pekerjaan dengan kursi yang berputar, bahakan banyak pekerjaan dengan kursi berputar yaitu pekerjaan yang remeh temeh. dan saya menyadarinya saat sudah berusia kepala 2, sesuatu yang bisa dipahami seseorang di bawah kepala 2. saya rasa saya hidup terlalu nyaman dilingkungan keluarga. tidak merasa kekuarangan dan kelapan seperti jaman perjuangan dulu, karena bagaimanapun orang tua akan memberikan seluruh yang ia punya untuk anakanya. jadi enatah apa yang telah di korbankan orang tua sampai saya menjadi seperti saat ini
i love so much my live ....