Selasa, 02 Mei 2017

Menanti Fajar

Bella marah. Bella marah. Bella marah.
Kenapa sih dia tidak bisa jadi wanita dewasa? Kita bukan anak SMP lagi, apa pacaran harus melulu bersama-sama?

Dia tahu pasti pensi kali ini bukan acara yang mudah karena lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, juga artis papan atas yang banyak maunya itu, manager yang cerewet, dan sejuta (oke,tentu ini berlebihan) lomba2 yang diajukan para siswa dan guru.

Oh Bella... Tidak bisakah ia hanya menjadi penyejuk jiwa ku yang tengah hampir meledak ini?.

Selesai, akhirnya selesai jadwal ulang yang diminta manager sialan itu. Saatnya membujuk Bella, setidaknya mengantar dia pulang akan membuatnya tak marah lagi padaku.

Kulihat wanita cantik itu berjalan keluar dari kelasnya dengan muka masih tampak masam, huft... Aku harus menjadi kepala dingin kali ini.

Terlambat, para bodyguard nya telah lebih dulu sampai disamping Bella, dan suara nyaring segera terdengar dari arah mereka.

"Bella...."
Kurasa suaraku cukup nyaring, namun ia bahkan tak menoleh.

"Nak Arka, bapak ada yang mau disampaikan tentang lomba esai yang kemarin" tiba2 pak Dodi menghadang ku dan menyeret paksa keruang guru.

Oh... aku akan melihat Bella marah lebih lama lagi. BAD.

Bersambung

Senin, 01 Mei 2017

Menanti Senja

Jika aku berlari ke rumahku di relung hatimu kau abaikan. Jangan lakukan jika aku berlari ke relung hati yang lain.

Aku ingin mengatakan itu pada arka, ia tak lagi memperdulikanku, baginya semua kegiatan di OSIS nomer satu. Aku hanyalah pengganggu yang selalu merengek tak tahu malu.

"Arka... Ayo makan siang, aku ingin kita makan bersama hari ini saja"

"Aku sibuk Bella, tolong yah, kau bisa membuat ku tak fokus dan lebih lama mengerjakan semua ini"

Manyun. Aku memajukan bibirku semaksimal mungkin dihadapannya. Lalu berlalu meninggalkan ruang OSIS dengan tatapan semua orang di ruangan itu.

Pulang sekolah
Jika ada yang membuatku tak fokus selama dua mata pelajaran terakhir itu semua salah ARKA. Ia harusnya tak bersikap seperti itu padaku, harusnya jika ia ingin mengabaikan ku, lakukan dengan cara yang manis.

Coba sahabatku​ si Caca, Delia dan Seli ada disini, aku tak akan peduli dengan sikap Arka yang pada dasarnya seperti itu. Aku tak sepandai mereka bertiga, mereka yang tengah mengikuti lomba debat antar SMA dan dikarantina oleh guru agar lebih fokus dalam memilih dan membuat bahan  presentasi nya. Bahkan makan siang mereka tidak perlu ke kantin dan antri beli makanan karna pihak sekolah sudah menyiapkan sedetail mungkin keperluan mereka.

Aku masih terus bergumam sendiri hingga...

"Bellaaaa.... Kau disini rupanya" ujar Caca dengan suaranya yang amat sangat nyaring
"Hentikan caca, kau membuatku malu, apa suaramu harus senyaring itu?"
"Ups... Maaf bel"
"Kalian udah selesai latihan debatnya?" Kini pandanganku menyapu ketiga sahabat2ku.
"Udah nih bel, sumpah pak Toro tadinya maksa kita sampai sore di sekolah, untung Caca sama Delia alasan mau ada les tambahan, kalo Seli sih bilang lagi ga enak badan" ujar Seli sambil nyengir lebar.

"Bella..."
Suara ini seperti tak asing lagi di telinga ku, tapi aku tak menoleh.
"Girls ... Balik Sekarang yuk" sambil kurangkul mereka bertiga dan membuat nya berjalan lebih cepat. Untung mereka sibuk membicarakan pak Toro jadi tak memperdulikan tingkah aneh ku.

Arka berhenti memanggilku, saat kulihat kebelakang, ia ternyata di panggil pak Dodi dan bersama-sama ke ruang guru. Ugh.... Arka sibuk lagi.

Bersambung...

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...