Saat kau berpaling
Apa gerangan yang ada di benakmu?
Ibliskah?
Egokah?
Nafsukah?
Lukakah?
Aku hancur luluh lantak
Namun kau bahagia bukan?
Ada banyak jalan yang kau pahami
Sedangkan jalanku hanya tertuju padamu dan ketika kau berpaling ia buntu
Waktu yang suka membercandai hidup
Ia bilang kau tak lagi disana
Ia bilang kau telah lama kehilangan dirimu
Ia bilang sejak saat aku kehilangan diriku
Ia bilang kita telah lama tak dijalan yang sama
Aku tau sejak lama
Tapi aku tutup mata
Katamu komitmen adalah kunci bukan?
Aku pertaruhkan semuanya
Dan hancur seketika
Aku kira akan ada lautan yang kau bawa padaku
Aku kira akan ada gunung-gunung yang akan kau persembahkan padaku
Aku kira akan ada berjuta bintang yang kau petik untukku
Aku kira kau akan berlutut memandangiku
Ah... Rupanya terlalu banyak novel picisan yang kubaca
Aku bahkan lupa ia melabeli dirinya fiksi
Akhirnya, setelah semua letihku
Setelah berjuta tangis
Setelah berjuang dengan jiwa raga yang carut marut
Aku tau
Kau telah berpaling dan aku telah pergi
Luka ini masih menggerogoti
Ia berubah jadi mimpi buruk di malam hari
Ia berubah jadi momok menyeramkan disiang hari
Seolah ia menjadi kasat mata yang mengentayangiku kemanapun kakiku melangkah
Trauma katanya
Lemah dan rentan
Wajar bukan?
Aku telah lama bergantung dan ketika tercekik aku hanya terkejut
Waktu
Pada akhirnya aku hanya harus terus berjalan dan melangkah bukan?
Hingga akhirnya kau hapus duka laraku
Dan aku kembali dititik awal yang tak lagi pilu
Aku menunggu mu waktu
Semoga kau tak tersesat dan segera berlalu