Senin, 29 Januari 2018

Malam, Cuaca dan Dilan 1990

Malam. Jam menunjukkan waktu yang berjalan semakin dekat kehari berikutnya.

Cuaca. Akhir2 ini menunjukkan gejala musim hujan. Hujan banyak datang sebentar-sebentar kemudian berhenti. Sebentar deras, sebentar rintik dan sebentar berhenti.

Dilan 1990. Novel yg jadi film, tadi banyak gelak tawa, anak kecil-ibuibu-remaja dan dewasa begitu bahagia tampaknya. Entah berapa penonton yang tengah membaca novelnya, karna beberapa masih terdengar (sangat berisik) menebak-nebak.

Percaya pada saya. Mereka kebanyakan tidak tau bahwa akhirnya dilan dan milea tidak sebahagia angan mereka pada akhirnya. Itulah yang membuat saya berhenti membaca novel lanjutannya sebelum saya terlanjur mengenang ketidakbahagiaan itu.

Jadi karna pemeran Dilan adalah artis yang cukup banyak menyedot perhatian khalayak ramai kemudian akhirnya film ini membuming. Banyak novel yang dijadikan film namun tidak mendapatkan sambutan sehangat ini. Karenanya saya berfikir demikian.

Bukan saya menilai negatif. Saya cukup menikmati tiap lakon yang ada. Manis sungguh ceritanya. Kemasan dialog pemain pun demikian. Hanya ada beberapa bagian yang terasa sekali palsu.

Secara keseluruhan saya menyadari malam ini. Kita harus bangun dari mimpi, dari angan-angan yang berjibaku dengan malam-malam sunyi. Menyimpan sejuta mimpi dan pengharapan semu.

Kita harus bergerak untuk hidup dan melanjutkan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...