Jumat, 18 Januari 2019

Sedikit lagi tentang hidup

sedikit lagi tentang hidup

kita tidak bisa menjadi pribadi yang sempurna tapi selalu diminta berusaha untuk menjadi lebih baik

sebenaranya ini lebih ke sesi curhat yang saya rasakan saat ini.

1. ada orang yang sangat baik kepada saya, bersikap baik dan sering memberikan sesuatu kepada saya. sampai pada suatu saat ada kata2 orang lain bahwa laki2 yang memberikan sesuatu kepada seorang perempuan biasanya ada maksud tertentu, karenanya saya mencoba menghindar dan menolak secara halus segala pemberiannya, atau terkadang saya memberikannya kepada orang lain tanpa saya memanfaatkannya untuk diri saya sendiri. ketika chat pribadi pun saya berusaha se-profesional mungkin dalam menjawab setiap chat, tanpa mengesankan bahwa saya mengakkrabkan diri. saya sengaja menciptakan jarak bahkan dalam panggilan sehari-hari. Bagian dunia kerja yang tidak menyenangkan teman. akhirnya sekarang semenjak saya mencoba menciptakan jarak demi jarak, perlahan menjauh bahkan menyapa pun tidak. apakah saya terlalu kegeeran? saya kira lebih baik saya mencegah dari awal dari pada menjadikan sesuatu jadi besar sehingga saya tidak mampu mengatasinya. saya cenderung menahan diri di zona aman.

2. saya rasa setelah bertemu dengan macam2 orang akhirnya saya sadar, semua orang memiliki hal yang baik dan tidak baik dalam dirinya, sehingga saya tidak lagi langsung percaya apa yang dikatakan orang lain terhadap seseorang. saya sekarang lebih berusaha objektif untuk menilai seseorang, meskipun pada kenyataannya, akhirnya saya tidak dapat berlaku objektif tapi lebih ke subyektif sesuai kenyamannan yang saya inginkan.
sebut saja A dan B memiliki perselisihan. saya cenderung menyukai keduanya, secara pengamatan saya keduanya memiliki karakter masing-masing dan ego masing2, keduanya merasa saling benar dan tanpa terasa saling menyakkiti, jika di tanya siapa yang salah saya pun merasa keduanya salah. karena saya lebih condong ke B, A menghindari saya, tidak bertegur saat melihat saya dan saya mereasa ia berbeda sekali sikapnya dari biasanya, saya menyukai orang jawa, dan keduanya sedikikit banyak berkaitan dengan jawa, dan karenanya saya menyukai keduanya, saya juga tidak menyukai keduanya apabila mereka terlalu banyak berasumsi dengan keyakinan yang mereka percaya sehingga mencoba mempengaruhi saya, saya tidak nyaman dan sebisa mungkin menghindari perbicaraan seperti itu, atau jika saya tidak bisa menghindar say akan cenderung mengiyakan begitu saja tajnnpa dicerna. meski sebenarnya dalam hati saya meragukannya. beban bagi saya saat saya merasa seseorang tidak menykai saya, seolah seluruh perbuatan dan perkataan saya dapat menjadi belati dan melukai setiap orang. oh, dan satu lagi , saya tidak dapat memposisikan diri jika saya berada diantara A dan B. karena keduanya akan saling menghindar ketika bertemu. make me feel bad.

3. tadi saya sedang bercanda dengan seorang teman dan dia menjadi tersinggung karenanya, tentu saya merasa saya salah, namun saya kira bercanda dengan teman saya itu biasanya memang diluar kebisaan dan seringkali saling kurang ajar. dan ternyata hari ini mendung, mungkin dia jua sedang mendung, dan hatinya juga mendung. begitu bukan memang adanya manusia, suasana hati bisa begitu mempengaruhi emosi, dan saat itu terjadi bahkan hal lain terasa sangat subyektif. apasih ini? intinya dia tersinggung atas perbuatan saya, dan maaf saya kira tidak akan menjadi pelipur lara yang luka, saya kira yang dapat menjadi penyembuh hati adalah sesuatu yang dia sukai atau yang dia kehendaki untuk menyamankan hatinya, jadi saya memutuskan untuk menunggu reda tersinggungnya.

4. i have a lot of prblem. sometimes i hate my self.
karena saya percaya masalah yang bisa mendewasakan kita itu kebanyakan datang dari diri kita sendiri. saat ini saya memiliki banyak orang yang tidak menyukai saya karena sebenarnya jujur saya juga tidak menyukai mereka. jadi wajar bukan?
oia, saya bukan pekerja yang baik, saya dapat mengerjakan sesuatu sambil melakukan hal lainnya bahkan saya membuak tab 3-4 kadang untuk memenuhi ke inginan saya, namun sejauh ini saya merasa saya dapat menyelesaikan deadline saya dengan baik tanpa mengganggu aktifitas yang lain.

saya menikmati saat-saat menjadi intovert karena kamu hanya akan merasa sendirian tapi tidak merasa banyak hal mendengung di telinga mu.

5. tadi seorang teman memutar lagu seventeen versi regge, teman yang lain protes karena membuat lagunya tidak sedih lagi. lalu saya berkata, kenapa harus sedih? tentu dia tak suka dan bilang, kamu ga ngerasain sih. dalam hal ini saya ingin mempertanyakan kenapa dia sedih, sedang dia pun saya rasa akan melupannya jika masa semakin berlalu. saya pernah menangi sesegukan dan tak kuasa berhenti saat teman satu ruangan saya meninggal dunia, saya tak mengerti mengapa saya begitu sedih dan menguras begitu banyak air mata, saya sadar bahwa manusia akan meninggal pada akhirnya sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. coba berfikir out of the box. misalnya seorang istri yang menangis ketika suaminya pergi, apakah istri sedih karena suaminya pergi terlebih dahulu sehingga ia tidak lagi memiliki suami,? apa dia menangis karena khawatir masa depan anak-anakny? saya hanya ingin memberi gambaran bahwa kadang kita tak mengerti diri kita sendiri sehingga seolah terluka karena orang lain dan menyalahkan orang lain atau sesuatu yang lain dari diri kita, tanpa kita sadari sesengguhnya kita memikirkan diri kita sendiri, kenyamanan diri kita sendiri, meskipun adanya habluminnas punkita tidak dapat memungkiri, rasa empati kita terhadap orang yang terkena bencana bisa jadi dalam hati kita kita berujar, untung bukan kita, seolah merasa beruntung karena itu terjadi pada orang lain, bukan kita atau keluarga kita. apakah dapat dipahami?
saya hanya berujar, sesuai dengan kenyamanan hati saya.

6. Menyenangkan dan tidak menyenangkan hidup ini.
saat usia saya beranjak 25 tahun, tahun kemarin tepatnya, dan tahun ini akan berganti menjadi 26 tahun, saya merasa saya tidak melakukan banyak hal seperti yang dilakukan orang kebanyakan, saya tidak banyak beranjak dari lingkungan nyamn saya, saat saya memutuskan beranjak, kemudian seolah semuanya tidak mendukung dan saya gagal, bukannya berusaha lebih keras saya lebih memilih berhenti, cita-cita saya dulu ketika belum bekerja sangat sederhana, saya ingin bekerja di tempat yang kursi duduknya bisa berputar, sehingga saya dapat bebas memutarnya. sampai saya menyadari ada banayk pekerjaan dengan kursi yang berputar, bahakan banyak pekerjaan dengan kursi berputar yaitu pekerjaan yang remeh temeh. dan saya menyadarinya saat sudah berusia kepala 2, sesuatu yang bisa dipahami seseorang di bawah kepala 2. saya rasa saya hidup terlalu nyaman dilingkungan keluarga. tidak merasa kekuarangan dan kelapan seperti jaman perjuangan dulu, karena bagaimanapun orang tua akan memberikan seluruh yang ia punya untuk anakanya. jadi enatah apa yang telah di korbankan orang tua sampai saya menjadi seperti saat ini

i love so much my live .... 

Senin, 26 November 2018

Tentang kehilangan

Telah berpulang Denok ma'rifah, Senin 26 November 2018

Allah memberikan lagi pembelajaran yang begitu telak.

Terakhir melihat beliau, beliau masih tengah berjuang. Teguh kenyakinan tapi sepenuhnya pasrah. Yang terucap darinya ungkapan maaf kepada tiap insan yang menemuinya.

Aku pun berteguh ia akan mampu melalui nya kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya ia mampu bertahan dan kembali ke ruangan meski dengan muka pucat pasinya.

Aku merasa sesak, menahan tangis. Sedih kehilangan, sedih bahwa tentu juga kita akan kembali kepadanya.

Kenapa ia di ambil saat aku merasa tak ingin ia di ambil?

Ya Allah... Ampuni segala dosanya, semoga ia Khusnul khatimah, di lebarkan kuburan nya, di jauhkan dari siksa kubur.

Ya Allah engkau sebaik-baiknya pencipta, yang mengatur segala dunia seisinya. Jadikan ia penghuni surga yang terdekat dengan-Mu sayangi ia dan para pendahulu kami, sayangi ia karena sayang-Mu Rahmat bagi seluruh alam.

Ya Allah... Jadikan hamba dan muslimin muslimat orang-orang yang tabah, jadikan hamba dan muslimin muslimat menjadi semakin lebih baik sebelum Engkau panggil.

Karena manusia dan dunia seisinya hanya kefanaan. Segalanya akan kembali pada sang pencipta.

Beberapa hari lalu menemukan catatan Seno Gumira Ajidarma, dan jika ada kata2 terakhir, mungkin itu cukup mengungkapkannya.

Selamat jalan Bu Denok, kita sayang ibu, tapi Allah bener2 sayang banget  sama ibu.

Rabu, 07 November 2018

Seseorang

Aku tau seseorang yang suka membasahi rambutnya ketika ia mandi, padahal ia sedang tidak keramas, bahkan rambutnya tidak ia gerai, masih ia kenakan ikat rambut.

Aku kira ia hanya pemalas, sampai tadi pagi semua pandanganku berubah. Tiba2 saja, demi mendengar sebuah lagu dan mengingat beberapa masalahku. Aku, dengan sengaja melakukan hal yg sama seperti yang ia lakukan. Hanya refleks tentu.

Aku tertegun.
Ah... Ini ternyata yang ia rasakan. Terlalu banyak tekanan dalam hidupnya. Orang lain berkata itu stress. Banyak hal yang terjadi tanpa kita tau yang sebenarnya terjadi disebaliknya.

Kamis, 18 Oktober 2018

Tak tertahankan

Rindu ini semakin menggebu
Dan kau semakin membisu
Aku terpaku
Terdiam tak menentu

Ingin ku basuh rindu
Menyakitkan hingga ke ulu
Tak bisakah kau juga merindu
Tak bisakah kau bertemu denganku

Kamis, 20 September 2018

PERJALANAN PANJANG YANG PENDEK

20 September 2018
SELAMAT BERUSIA 25 TAHUN VERA NURHASNA ZAIN
SELAMAT SEPEREMPAT ABAD

“Anak kecil jangan mau tau urusan orang dewasa”
Pernyataan tersebut seringkali membuat saya tersinggung.
Di usia saya yang 25 tahun baru kesadaran tentang dunia orang dewasa mulai merayap, mulai saya pahami hal-hal yang sulit di jelaskan kepada seseorang yang belum mengalami.
Kala kesadaran saya di usia 17 tahun. Keadaan lambat laun beranjak. Saya memiliki banyak adik kelas. Saya lulus SMA. Saya mulai berkuliah.
Dunia baru yang tanpa disadari menjadi ladang untuk mencari jati diri dan membentuk sedikit lebih dari diri saya yang kini berusia 25 tahun.
Pencapaian apa yang sudah saya dapatkan di usia 25 tahun ini?
Tentu tidak banyak
Saya menyelesaikan jenjang S1 saat teman saya hampir rampung S2
Saya bekerja saat teman saya menikah mungkin karena saat saya ingin menikah mereka sudah bekerja
Saya merasa terlambat menginjak dunia baru
Apa dampaknya?
Pencapaian saya dan partner saya. Semuanya berubah seketika menjadi terlampau jauh.
Rekan saya bisa berbeda selisih 3 sampai 4 tahun
Saya merasa seharusnya tidak demikian untuk tingkat jabatan yang sama saya berharap mereka seumuran atau selisih 1 sampai 2 tahun.
Saya resah.
Kita seharusnya tidak pernah tua
Kita akan merasa masih SD jika bertemu kembali dengan teman SD kita
Kita akan merasa masih SMP jika bertemu kembali dengan teman SMP kita
Kita akan merasa masih SMA jika bertemu kembali dengan teman SMA kita
Kita akan merasa masih Mahasiswa jika bertemu kembali dengan teman Kuliah kita
Meskipun kita temui di ruang pertemuan, di cafe coffe, di arisan, di daycare dan dimanapun itu tempatnya didunia ini.

Masalah yang tadinya berat menjadi ringan dan ringan menjadi berat
Misalkan

Pertemanan. Menjadi hal rumit saat usia saya masih belasan. Menjadi begitu penting memiliki teman dekat bukan untuk kebutuhan pribadi tapi sebagai ajang kebutuhan sosial.
Pertengkaran. Saat usia 25 tahun, pertengkarang anak usia belasan terlihat sangat sepele dan kita seolah tau yang terbaik dan yang seharusnya dilakukan. Namun tentu tidak demikian
Uang. Saat usia belasan kita sepenuhnya mengandalkan orang tua dan orang yang lebih tua untuk memenuhi kebutuhan kita. Saat usia 25 tahun. Bahkan jika kita tidak memiliki uang kita tak akan sampai hati membuat orang lain tahu.

Tuntutan menjadi dewasa
Saat usia 25 tahun. Semua persoalan yang ada dan tingkah laku adat istiadat harus dilakukan dengan sikap yang dewasa. Mengapa? Karena itu sudah tuntutan masyarakat.
Kita tidak akan bebas menonton doraemon jika anak kecil disekitar kita memilih tobot atau little poni. Kita menjadi sok anak kecil dan tidak mengalah. Kita akan dihakimi dan diberi label itu.

Selera
Tak dapat dipungkiri selera kita akan berubah meskipun jaman juga memang selalu mengalami perubahan.
Misalnya
Boyband korea yang muncul pada 5 atau 6 tahun lebih menarik bagi saya daripada boyband yang baru muncul 1 tahun belakangan ini atau 2 tahun belakangan. Mengapa?
Mungkin karena saat itu saya juga masih muda, masih berhasrat pada hal yang demikian itu, masih begitu merasakan apa itu yang namanya kesenangan menggilai boyband korea. Saat usia 25 tahun saya hanya kembali ke masalalu, masa saat saya menjadi penggila boyband 5 atau 6 tahun lalu.

Kesadaran
Saat usia 25 tahun saya semakin menyadari bahwa kehidupan ini akan berakhir. Benar-benar akan berakhir. Saat saya mulai banyak memiliki teman yang sudah menikah, teman yang sudah memiliki anak, teman yang sakit parah, dan teman yang meninggal.
Bukan dalam pemahaman memang didunia hanya sementara. Tapi dengan pemahaman bahwa dunia ini akan berakhir seperti ketika kita bercermin. Tepat didepan mata.
Apa saat umur belasan kita tidak mengetahui itu? Tentu tau. Hanya saja saat itu dengan kesadaran melihat dari pantai sebuah gunung. Terasa jauh.
Pasangan
Pernah dengar ungkapan wanita memilih pria tergantung usia? Tahapan pertama yang tampan yang cerdas dan terakhir yang mapan kalau tidak salah. Sedangkan pria hanya menginginkan wanita cantik dan muda.
Agaknya tidak salah. Hanya saja. Di usia 25 tahun ini saya juga baru menyadari. Entah dengan yang lain. Tentang hubungan itu memang harus saling percaya. Percaya dan mempercayai. Memang seperti memegang lapisan es tipis yang setiap saat bisa pecah dan berantakan jika penempatan yang tidak baik. Namun ternyata saat ini, itu sangat berguna. Untuk yang mengalami hubungan LDR seperti saya itu sangat berarti.
Saya, seumur hidup, selama 25 tahun terakhir ini, hanya menjalin hubungan dengan 1 orang. Meskipun saya tidak menampik pernah memiliki perasaan berbeda kepada beberapa lelaki yang pernah saya temui selama perjalanan 25 tahun ini. Namun itu hanya sebatas angan atau saya sendiri yang sengaja menarik diri agar tidak terlibat.
Kenapa ini menjadi kebangaan?
Karena saya melihat yang lain bisa dengan bebas berganti dan itu menjadi hal yang biasa
Kemudian terbit pula hal ini di benak saya.
Kriteria pasangan. Mengapa? Bukannya kalau jodoh nanti juga bakal ketemu sendiri?
Sebenarnya saya tidak bermaksud meminta seseorang mencari pasangan sesuai dengan apa yang dia inginkan. Hanya saja jika pasangan memiliki salah satu kriteria yang kita inginkan itu sangat membantu kita dalam menjalin hubungan. Kita bisa antusias ingin mengetahui pasangan kita lebih jauh, seberapa banyak persamaan yang kita miliki atau seberapa banyak perbedaan yang kita miliki

Dunia ini SANGAT luas
Jangan pernah terjebak dengan intrik dunia
Ketika di tengah hutan kita merasa kota lebih baik
Ketika di daerah kita merasa kota lebih baik
Ketika dikota kita merasa kota lain lebih baik
Ketika kita di kota lain kita merasa negara lain lebih baik
Ketika dinegara lain kita merasa planet lain lebih baik
Dan pada akhirnya kita akan mendapati kita merindukan dengan sangat di tengah hutan

Bagi saya di usia 25 tahun ini. Hasrat saya ingin rasanya berkeliling dunia, berkeliling kota. Namun yang ebih saya inginkan adalah mengenang semua tempat yang menyimpan kenangan saya, sepaht apapun kenangan atau semanis apapun kenangan ia menghadirkan rasa yang sama. Kerinduan.

Kamis, 13 September 2018

Saat hal baru datang

Dalam kehidupan

Setiap orang bebas datang dan pergi

Ada masanya ia akan berhenti

Berbagi lebih banyak waktu kepada seseorang tertentu dan  menjadi lebih dekat

Namun,
Kadang itu hanya pemberhentian yang akhirnya berakhir, seiring langkah yang kian tak sejalan

Namun pula,
Adakalanya pemberhentian itu menjadi lebih panjang dan bersifat mengikat hingga akhir hayat

Didalamnya akan ada pertarungan batin, kebahagiaan tak berujung juga kebalikannya.

Sama seperti umumnya menjalani kehidupan, hanya dijalankan dengan 2 otak yang berbeda.

Dititik itu aku berharap kita akan berada

Makanya berapa banyakpun manusia yang datang dan pergi dalam kehidupanku yang sekarang aku masih tetap bertahan. Mencoba tak goyah.

Meski banyak hal baru yang terbersit, meski oppa Korea tampan bertebaran. Aku tetap bertahan.

Kenapa?

Entahlah

Tak ada kepastian di dunia ini

Hanya saja, menjalani sesuatu secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sekadar sesuatu yang instan.

Dan positif thinking itu sangat penting guys !!!

🙋

Rabu, 29 Agustus 2018

Tentang rasa sakit

Seorang atasan di kantor kakinya berwarna biru, 2 jari tepatnya, ibu jari dan tetangganya. Akibat nikotin katanya, dia perokok aktif sebelum sakit, bahkan ia pernah mengalami struk dan cuti panjang sebelumnya.

Sesaat yang lalu ia terlihat memegangi kakinya yang masih di balut perban. Ia terlihat meringis. Ia tak lagi sering berjalan jika tidak benar-benar dibutuhkan.

Ia berkata meski kelihatannya kecil dan sepele tapi itu benar-benar terasa sakit. Ia berkata sambil terlihat menahan sakit dan memijit kakinya.

Tentang rasa sakit

Entah apa yang benar-benar terasa sakit
Apa benar ada sakit yang sedikit
Apa rasa sakit terdapat tingkatan tersendiri?
Tapi bagaimanapun ia tetap rasa sakit
Bahkan beberapa rasa sakit mampu membuat trauma

Jangan pernah menyepelekan rasa sakit seseorang
Karena rasa sakit yang terlihat dan yang terasa akan memiliki dampak berbeda

Rasa sakit yang terasa sungguh akan menyiksa dan membuat sesak hingga tumpah ruah nya air mata

Rasa sakit yang terlihat hanya menimbulkan simpati, bahkan boleh jadi membuat semoga rasa sakit yang sama tidak menimpa diri kita

Rasa sakit juga mungkin berharga untuk mengingat ketika hidup sedang berjalan sempurna dan bersyukur kemudian.

Mari tidak saling menyakiti dan menyalahkan rasa sakit. Mungkin sesuatu akan menjadi pelajaran tersendiri setelah semuanya berlalu.

Mendefinisikan rasa sakit hanya akan mengulang kata yang ada, atau mungkin definisi rasa sakit terlalu banyak bergantung pada persepektif tiap orang.

Semoga rasa sakit tidak menjadi penghambat untuk mencerna makna di baliknya.

Semoga rasa sakit tidak terlalu bertahan lama pada setiap insan.

jadi dewasa lebih awal

Adebu yang ditinggal mandi langsung tidur sendiri karena ngga enak badan Bayi ibu yang dulu sepanjang tangan sekarang udah seten...