kamu benar-benar sebuah omong kosong...
pada akhirnya kisah berakhir di tanganmu,
bukan luka yang ingin ku ungkap,
hanya sebagian duka yang tak jua berhenti ini membuat lara hati makin menganga,,,,
tidakkah sedikit saja sadari itu?
kala malam tak terpejam
kala siang tak beranjak sang hampa dari jiwa...
dapatkah ku raih khayalku?
ahh....harapan semu bukan?
bahkan tak laik menjadi seorang pungguk yang merindukan bulan...
sungguh kini kan ku kelana kan hati
agar dapat berpaling dari parasmu
paras penuh indah namun berduka-luka....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar